Serba-Serbi Angpao

SERBA-SERBI ANGPAO

SOBAT pasti tidak asing dong dengan amplop merah berisi sejumlah uang yang langsung jadi incaran banyak orang menjelang Hari Raya Imlek tiba? Angpao/angpau memang menjadi salah satu elemen yang penting dari perayaan tahun baru Imlek bagi warga keturunan Tionghoa. Kira-kira kenapa ya, ada tradisi pemberian angpao? Sejak kapan dan darimana tradisi ini berasal? Cari tau lebih lanjut, yuk!


- Angpao berasal dari bahasa Mandarin “Hong Bao” yang jika di terjemahkan secara langsung ke dalam bahasa Indonesia adalah “Amplop Merah” atau “Kantong Merah”. Sebutan angpau sendiri berasal dari dialek Hokkian dan Teochew.

- Angpao biasanya berwarna merah yang melambangkan energi, kebahagiaan, dan nasib baik. Jadi, ketika seseorang memberikan angpao, sama saja dengan mengharapkan agar orang yang menerimanya untuk mendapatkan keberuntungan.

- Sebenarnya, tradisi pemberian angpao tidak hanya saat perayaan tahun baru Imlek saja, namun di setiap perayaan yang melambangkan kebahagiaan. Seperti pernikahan, ulang tahun, masuk rumah baru, dan sebagainya. Namun, angpao Imlek di negeri Tiongkok memiliki istilah khusus “Ya Sui Qian ” yang berarti uang pengusir setan.

Konon menurut legenda Tiongkok, setiap malam tahun baru ada setan bernama Sui yang datang untuk menakuti anak-anak kecil di kala mereka tertidur. Jika terkena sentuhan setan Sui, anak akan merasa ketakutan hingga tak bisa menjerit minta tolong, terserang demam, dan mengalami gangguan mental. Maka dari itu, orang tua menjaga anak-anak mereka sepanjang malam. 

Agar terhindar dari gangguan Sui, satu keluarga di provinsi Zhejiang memberi anak mereka 8 keping koin untuk bermain dan tetap terjaga. Anak itu membungkus koin-koin tersebut dalam kertas merah, membuka bungkusannya, dan membungkusnya kembali. Ia mengulanginya terus menerus hingga mengantuk. Orang tuanya kemudian meletakkan bungkusan kertas merah berisi koin itu di bawah bantal sang anak. Waktu setan Sui datang dan mencoba untuk menyentuk kening anak itu, koin yang ada dalam bungkusan bersinar terang dan membuat Sui pergi karena takut. Sejak saat itu, memberikan uang dalam amplop merah dianggap dapat melindungi anak-anak dan membawa keberungtungan.

- Biasanya angpao wajib diberikan oleh orang yang telah menikah karena pernikahan dianggap sebagai batas antara masa kanak-kanak dan dewasa. Selain kepada anak-anak, pasangan yang telah menikah juga wajib memberi angpao kepada orang yang dituakan. Bagi yang belum menikah walau sudah memasuki usia dewasa juga tetap berhak menerima angpao dengan harapan bahwa angpao tersebut akan membawa keberuntungan, terutama dalam perjodohan.

- Nominal uang yang dimasukkan ke dalam angpao harus genap, karena angpao dengan nominal ganjil diberikan untuk acara kedukaan, dan tidak boleh mengandung angka 4 karena dipercaya bahwa angka 4 merupakan angka kematian.

Copyrights © 2018 Obaja Tour. All Rights Reserved