SENDANGSONO

TEMPAT ZIARAH BAGI UMAT KATOLIK DI PULAU JAWA
Ziarah ke tempat suci menjadi salah satu cara untuk umat beragama meneguhkan iman dan menyucikan diri. Kalau biasanya ziarah banyak dilakukan dengan pergi ke luar negeri, kali ini Obaja Tour mau membahas beberapa tempat ziarah bagi umat Katolik yang unik di pulau Jawa. Simak bersama ulasannya di bawah ini, yuk!
 

Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran - Bantul
Gereja Katolik Roma ini didirikan pada tanggal 16 April 1924, menjadikan bangunan ini sebagai gereja tertua di Bantul. Sebuah altar berbentuk seperti candi Jawa menghiasi kompleks gereja, lengkap dengan patung Yesus yang dicitrakan memakai pakaian adat Jawa kuno. Arsitektur Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran ini pun dibuat dengan gaya joglo berhiaskan ukiran nanas dari kayu dan malaikat yang berbusana seperti tokoh wayang orang. Hingga saat ini, gereja yang banyak didatangi peziarah dari seluruh Indonesia ini, dipercaya mampu mengabulkan doa bagi yang memanjatkan keinginan dan meminta kesembuhan.


Gua Maria Lawangsih - Perbukitan Menoreh
Kata Lawangsih dalam nama tempat ini berasal dari bahasa Jawa. Kata "Lawang" berarti pintu, gapura, atau gerbang. Sedangkan akhiran "-sih" memiliki arti kasih sayang, cinta, berkat, juga rahmat. Jadi, bisa dikatakan bahwa tempat ini diyakini sebagai pintu kasih sayang. Berbeda dari tempat ziarah lainnya, Gua Maria Lawangsih ini bukanlah gua buatan tangan manusia, melainkan gua alami. Di sini peziarah dapat menemukan stalagtit dan stalagmit yang menggantung, serta sungai kecil yang mengalir dalam gua. Eksotisme Gua Maria Lawangsih ditambah dengan suasana alam yang sejuk dan menenangkan menjadikan lokasi ini sebagai salah satu tempat favorit umat untuk memanjatkan doa. 


Gua Maria Sendangsono - Kulon Progo
Dijuluki sebagai Lourdes dari Indonesia, Gua Maria Sendangsono menjadi tempat suci bagi umat Katolik di Tanah Air serta sarana napak tilas budaya. Di tempat ini terdapat patung Bunda Maria besar dengan bobot sekitar 300 kg, pemberian dari Ratu Spanyol. Asal mula nama Sendangsono berawal dari mata air yang terletak di bawah pohon angsana. Kata “Sendang” merupakan istilah Jawa untuk menyebut mata air, sedangkan “Sono” berarti pohon Sono/Angsana. Meski kini sumber mata airnya sudah ditutup, namun air tetap dialirkan melalui keran-keran kecin yang digunakan untuk membasuh wajah. Air di tempat ini juga biasa dibawa pulang oleh peziarah setelah didoakan di depan Gua Maria. Meskipun merupakan tempat ziarah umat Katolik, namun Gua Maria Sendangsono ini terbuka untuk umum bagi orang yang ingin mencari udara segar dan merenung. Tempat ini juga pernah dijadikan setting film “3 Hari Untuk Selamanya” yang dibintangi Nicholas Saputra.

Copyrights © 2018 Obaja Tour. All Rights Reserved