Berburu Aurora di Kampung Halaman Sinterklas

Ini yang paling dicari saat berwisata ke negara-negara Skandinavia:
melihat Cahaya Utara menari meliuk-liuk di malam gulita.

Setiap destinasi wisata di negara-negara Skandinavia, terutama yang berdekatan atau berada di Lingkar Kutub Utara (66o Lintang Utara), menawarkan wisata menikmati sensasi tarian alam di tengah gelap malam ini. Salah satunya di Rovaniemi, ibukota Provinsi Lapland, provinsi paling utara di Finlandia.

Rovaniemi sudah lama dikenal sebagai ‘kampung halaman Sinterklas’, dengan berbagai tawaran wisata yang sesuai untuk semua usia. Mulai dari kereta khusus Santa Claus Express dari Helsinki ke Rovaniemi, berkendara sled yang ditarik rusa kutub atau anjing husky, bermain ski, menginap di hotel dan igloo dari es, hingga tur berburu Aurora alias Northern Lights.

Terletak hanya 6,4 kilometer di selatan Lingkar Kutub Utara, Rovaniemi paling menyenangkan dikunjungi saat musim dingin dibanding di musim-musim lainnya. Selain matching dengan suasana Natal dan Tahun Baru, di musim ini peluang melihat Aurora juga lebih besar, meski menurut statistik, Aurora ini bisa terlihat selama 200 malam dalam setahun.  

Menurut legenda masyarakat Sami –suku asli Lapland– mereka menyebut Aurora dengan Revontulet atau ‘api rubah’. Menurut mereka, Aurora terjadi karena ada seekor rubah (fox) yang berlarian di atas bukit salju. Ekor rubah ini menyapu salju dan menimbulkan jejak bunga api ke langit. Ada juga legenda di wilayah Skandinavia yang lain yang menyebutkan bahwa Aurora ini terjadi karena Dewa Thor mengayun-ayunkan kapak petirnya di langit.

Nama Aurora Borealis sendiri diberikan oleh astronom Prancis, Pierre Gassendi, pada tahun 1621. 'Aurora' adalah nama dewi fajar Romawi, sedangkan 'Boreas' adalah nama Yunani untuk angin utara.

Mengapa fenomena Aurora ini bisa terjadi? Tak lain ini karena adanya angin matahari yang sampai ke atmosfer bumi dan berinteraksi dengan unsur-unsur di udara. Kemudian, medan magnit bumi yang kuat menariknya ke Kutub Utara. Interaksi dan tarik-menarik ini menimbulkan pendar warna yang meliuk-liuk, mulai dari putih, hijau, biru, pink, hingga merah.

Sukses-tidaknya kita melihat Aurora bergantung pada beberapa hal. Mulai dari lokasi, waktu, cuaca, hingga keberuntungan. Secara singkat, semakin mendekati Kutub Utara, semakin sedikit cahaya lampu, cuaca yang cerah, waktunya antara pukul 21.00 hingga tengah malam, dan melihatnya antara bulan September hingga Maret, memberikan peluang terbaik untuk berjumpa dengan Aurora. Sebenarnya Aurora bisa muncul kapan saja, bahkan di siang hari, dan di kota yang agak jauh dari Lingkar Kutub Utara. Namun karena kuatnya sinar matahari atau cahaya lampu membuat liukan api rubah ini tidak terlihat.

Saat di Rovaniemi pun, biasanya pengelola tur Aurora akan membawa wisatawan dengan mobil salju ke lokasi di luar pusat kota. Biasanya yang dicari adalah tempat yang datar, lapang, dan tidak ada cahaya lampu. Misalnya di tepi danau, rawa, tanah lapang, atau bukit dengan pandangan lepas. Plus, yang langitnya bersih tanpa awan. Jika cuaca berawan, pengelola tur akan membawa wisatawan ke tempat lain yang lebih cerah. Aplikasi My Aurora di smartphone bisa membantu perburuan Aurora ini, karena memberikan prakiraan cuaca dan informasi lokasi-lokasi yang memberikan peluang penampakan lebih besar.

Yang paling penting untuk kita persiapkan adalah memakai pakaian musim dingin yang lengkap. Kalau perlu, memakai jaket main ski dengan berlapis pakaian termal di dalamnya. Plus hoodie, syal, sepatu bot, dan sarung tangan musim dingin untuk mencegah hawa dingin masuk ke kaki, tangan, dan leher. Saat mengamati munculnya Aurora ini kita mungkin perlu menunggu cukup lama di luar ruangan. Padahal suhu udara saat winter di wilayah ini sangat dingin, bisa mencapai -10o atau bahkan bisa -30 oC.

Kalau ingin merekam foto atau video Aurora dengan kamera atau smartphone, kita disarankan membawa baterai cadangan, karena baterai kamera atau smartphone akan cepat drop akibat suhu dingin. Kita juga perlu membawa tripod mini yang ringan agar foto atau video yang kita rekam stabil, tidak bergoyang-goyang atau shaking karena tangan gemetaran akibat menahan dingin terlalu lama. Jangan lupa, bawa juga tumbler berisi kopi atau cokelat panas, serta beberapa cemilan tinggi energi untuk menghangatkan tubuh selama menunggu munculnya Aurora.

Selain berburu Aurora dengan pergi ke tempat-tempat yang lapang, di Rovaniemi juga ada tiga lokasi hotel igloo di dekat Santa Claus Village, dan beberapa hotel salju di wilayah lain di Finlandia. Jadi kita bisa melihat Aurora melalui dinding igloo atau kabin hotel yang seluruhnya terbuat dari kaca. Mau berbaring sambil memandang langit-langit, atau duduk berselimut sambil menyesap kopi atau jus berry panas, silakan. Meski suhu di dalam igloo atau kabin ini berkisar antara 0 hingga -5 oC, namun ini tentu lebih nyaman dibanding mengamati Aurora di tempat terbuka. Tentunya pilihan menginap ini tergantung dari jenis paket wisata yang kita ambil.

Penulis: Teguh Sudarisman

Copyrights © 2022 Obaja Tour. All Rights Reserved